jump to navigation

Kerusakan Moral dan Solusi Islam Maret 1, 2010

Posted by akhlaqsalaf in Akhlak Terpuji.
Tags: , , , ,
add a comment

Sekarang ini, karena pengaruh internet yang demikian luas penggunaannya, gaya berpacaran remaja di wilayah perdesaan kian mengkhawatirkan. Remaja kini tidak lagi sungkan mengajak teman sebayanya untuk berhubungan seks di luar nikah karena termakan propaganda pergaulan bebas di televisi maupun situs internet.
“Umumnya, remaja usia 15 tahun atau yang dikenal dengan sebutan ABG sampai mahasiswa semester awal yang berkonsultasi mengaku pernah berhubungan intim dengan pacarnya,” kata Psikolog Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP dan KB) Bahkan, ia melanjutkan, ada yang setiap kali ganti pacar selalu berhubungan suami istri.
(lebih…)

Al-Mutafayhiqun Februari 28, 2010

Posted by akhlaqsalaf in Akhlak Tercela.
Tags: , , , , ,
add a comment

Saat ini perhatian kaum muslimin terhadap ajaran agamanya semakin berkembang. Fenomena banyaknya majelis ta’lim yang dibentuk di lingkungan masyarakat dalam segala segmennya adalah indikasi nyata dari hal tersebut. Keadaan ini tentu patut disyukuri oleh seluruh kaum muslimin, hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu banyak diturunkan kepada umat manusia agar mereka dapat menjalani hidup ini dengan tuntunan ilahi.

Namun, di sisi lain kita juga mendapatkan keadaan yang memiriskan hati. Yaitu, munculnya fenomena sikap angkuh pada sebagian kaum muslimin, khususnya di dunia intelektual. Sikap angkuh ini kadang muncul dalam bentuk perkataan, contohnya seperti: “Saya tidak butuh nasehat anda”, “Anda masih hijau, masih perlu banyak belajar”, “Ulama tidak perlu mencampuri urusan dunia”, dan lain sebagainya, dan kadang sikap tersebut terwujud dalam perbuatan, sebutlah sebagai contoh pembelaan sebagian kalangan umat Islam terhadap aliran Ahmadiyah yang jelas-jelas menentang ajaran agama Islam, atau Syiah yang menodai prinsip-prinsip agama Islam, bahkan dengan keangkuhan yang sama, mereka menuduh para ulama yang telah mengeluarkan fatwa tentang kedua aliran ini sebagai orang-orang yang tidak paham persoalan keumatan.
(lebih…)

Definisi Akhlaq Januari 13, 2010

Posted by akhlaqsalaf in Definisi Akhlaq.
Tags: , , , , , , , , ,
add a comment

Insya Allah kita akan belajar akhlaq yang menjadi perangai para salaf ash shaleh. Mulai dari Uswah kita Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, berlanjut kepada Khulafaur Rasyidin, tiga generasi utama dan para imam yang mengikuti mereka dengan baik. Mudah-mudahan Allah berkenan mengumpulkan kita kelak bersama mereka. Amiin.

Berikut ini kita mulai dari pengertian Akhlaq menurut bahasa..

1. Definisi Akhlaq menurut Etimologi.

Al-Akhlak merupakan bentuk plural dari al-khuluq yang digunakan untuk mengistilahkan sebuah karakter dan tabiat dasar penciptaan manusia. Kata ini terdiri dari huruf kha-la-qa yang biasa digunakan untuk menghargai sesuatu.

Imam Ar-Raghib menyatakan, “Pada dasarnya kata Al-khalqu, al-khulqu, dan al-khuluqu memiliki makna yang sama. Namun, al-khalqu lebih dikhususkan untuk bentuk yang dapat dilacak panca indra, sedangkan al-khuluqu dikhususkan untuk kekuatan dan tabiat yang bisa ditangkap oleh mata hati.

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman,

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS. Al-Qalam[68]: 4).

Akhlak mulia didalam ayat ini, sebagaimana dikemukakan oleh Imam Ath-Thabari, bermakna tata karma yang tinggi; yaitu tatakrama Al-Qur’an yang telah Allah tanamkan  di dalam jiwa Rasul-Nya. Tata karma ini tercermin melalui Islam dan ajarannya. Makna ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas –radliyallahu ‘ahnuma- yang ketika itu menjabarkan makna dari ayat,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung,” dengan berkata, “yaitu memeluk kepercayaan yang agung, dalam hal ini ialah Islam.”

Mujahid (seorang tabi’in) mengatakan hal serupa dalam menafsirkan firman Allah ‘Azza wa Jalla tersebut. Ia berkata, “yaitu beragama yang agung.”

Imam Junaid Radhiyallahu’anhu menerangkan bahwa akhlak Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam dikatakan umat terpuji karena beliau hanya mengedepankan ajaran Allah.

Disamping itu, ada juga ulama yang berpendapat bahwa Akhlak Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam dikatakan terpuji karena beliau memiliki potensi semua budi pekerti yang baik. Hal ini tersirat dari hadits yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu

إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق

“Sungguh aku di utus untuk menyempurnakan budi luhur.” (HR Muslim).

Imam al Mawardi -rahimahullaah- berkata bahwa lafadz وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ dapat dipahami memiliki tiga makna berikut ini:

  1. Adab yang di agungkan Al-Qur’an.
  2. Agama Islam.
  3. Budi luhur. Makna inilah yang lebih mendekati makna lahiriyah ayat.

Mengenai hal ini, Fairuz Abadi berkata, “Ketahuilah! Komponen utama agama Islam adalah akhlak. Jika seseorang memiliki akhlak yang lebih baik dari pada akhlakmu, berarti dia lebih tinggi derajatnya daripada dirimu dalam hal agama. Akhlak yang baik ini berdiri diatas empat pondasi, yaitu kesabaran, keberanian, keadilan, dan kesucian.”

Fairuz Abadi juga menyebutkan bahwa keempat pondasi tersebut saling menyeru akhlak sehingga dapat membawa sang pemilik akhlak untuk menerapkan akhlak mulia lainnya.

Dengan kesabaran, misalnya, seseorang dapat melatih diri untuk ditempa menahan emosi, menyingkirkan bahaya, bersikap waspada dan hati-hati, lemah-lembut dan santun, serta tidak tergesa-gesa dan sembrono. Disebutkan juga bahwa sikap tidak berlebihan dalam segala hal merupakan asas utama dari keempat akhlak mulia ini.